Home > Ekskursi > Zwolle, Sudut Keindahan Negeri Belanda

Zwolle, Sudut Keindahan Negeri Belanda

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah tulisan di internet tentang keraguan penulis ‘apakah benar Bangsa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun’.  Jika direnungkan, kok begitu lemahnya Bangsa Indonesia ini jika benar itu terjadi. Atau itu hanya sebuah jargon untuk melemahkan, menganggap remeh Bangsa Indonesia ini yang sebenarnya dapat menjadi Bangsa yang besar. Saya tidak akan mengajak pembaca pada topik ini lebih lanjut, tapi justru ingin mengajak pembaca mengintip salah satu sudut Negeri Belanda, Kota Zwolle.

Tahun 2008, saya berkesempatan untuk jalan-jalan di Zwolle dalam rangkaian kunjungan lapangan salah satu mata kuliah pengelolaan sumberdaya alam. Kota Zwolle adalah ibu kota Provinsi Overijssel, provinsi di bagian tengah-timur Belanda. Memasuki Kota Zwolle tidak begitu berbeda dengan kota-kota lain di Belanda. Tidak ditemui bukit-bukit apalagi gunung. Semuanya datar, bahkan ada beberapa wilayah yang terletak di bawah permukaan air laut. Salah satu sudut kota terdapat kawasan wisata, seperti natuur monumenten. Di kawasan ini terdapat alur-alur/parit besar maupun kecil dengan ketinggian air yang hanya silisih beberapa centimeter (-/+ 30 cm) dengan permukaan tanah. Bisa dibayangkan jika hujan lebat, akan sangat mudah meluap dan membanjiri kawasan tersebut. Namun, bukan Belanda jika tidak dapat mengatasi ancaman tersebut. Di beberapa titik tertentu terdapat pintu-pintu air, besar maupun kecil, yang kelola oleh badan khusus air, yang mengatur tinggi muka air permukaan. Salah satu pintu air yang besar terdapat di Zwolle yang membentengi wilayah Zwolle dari genangan air laut. Ukurannya sangat besar karena harus manahan tekanan air laut yang juga sangat besar. Selama ini, sangat jarang dijumpai kasus-kasus banjir di Negeri Belanda.

Diantara pemandangan yang unik eksentrik di kawasan ini adalah sebuah pohon besar yang daun-daunnya sudah habis berjatuhan mengotori permukaan air kanal, tetap tegak berdiri di samping rumah tua khas Belanda. Pohon ini tampak berbatang dan berkanopi ganda akibat pantulan sempurna yang diberikan oleh air kanal yang bergerak tenang, tidak mengandung bahan-bahan polutan, meskipun tidak sejernih air pegunungan. Rasanya enak, nyaman memandangi fenomena jarang di negeri sendiri sambil menghirup secangkir kopi khas Belanda di warung kopi dekat pohon besar ini. Sebagai teman ngopi, bisa dipilih roti atau kacang-kacang goreng yang terasa nikmat (karena kelaparan nih…). Jarang sekali warung-warung khas Belanda menyediakan makanan berat di siang hari bolong, apalagi mie-instan. Kagak bakalan nemuin.

Sudut lain yang cukup nyaman untuk bersantai di sore hari adalah kawasan pantai yang sudah ditata sedemikian rupa. Secara horisontal, pantai tersusun dari pasir, kemudian batu-batu tebing pantai, jalan konblok, tebing dengan rerumputan dan terakhir permukiman. Di beberapa sudut terdapat tempat duduk yang tidak ada orang mau mendudukinya di musim dingin, karena saking dinginnya. Olah raga joging dapat dilakukan di tempat ini walau di waktu tengah hari karena cuaca cukup bersahabat, khususnya di musim panas. Ketika musim dingin jangan banyak berharap untuk bersantai-santai dalam waktu yang lama di pantai ini.

Kapan lagi ya bisa ke sana?

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: